1.MITOS PERTUMBUHAN PESAT ISLAM
Sudah menjadi kepercayaan umum bahwa Islam adalah agama yg paling cepat pertumbuhannya. Banyak penulis mencatat kenaikan besar dlm jumlah mesjid di negara2 barat dan memberikan jumlah imigran seakan Muslim sudah akan menguasai Senat & Parlemen AS dan Inggris.
Walau islam memang tumbuh, Islam sama sekali bukan yang paling cepat pertumbuhannya. Mitos ini bisa dijelaskan kalau kita mengerti bgm jatuh bangunnya mesjid. Diluar Timur Tengah, mayoritas mesjid ada di rumah2 dan gedung2 sewaan. Utk sementara mereka subur, lalu kongregrasi berubah karena banyak yg meninggalkan Islam, sementara masuk lagi imigran dari Timur Tengah. Dlm proses ini, rumah yg berfungsi sbg mesjid ditinggalkan dan dibentuk mesjid baru. Saya belum melihat bukti cukup bahwa orang2 AS berbondong2 masuk Islam.
Di Timur Tengah, pengikut2 baru sering sangat sekuler. Di Mesir, pengikut baru dari agama Koptik masuk Islam dgn menghadiri solat Jumat. Ini dilakukan agar mereka kelihatan oleh sang Imam dan para boss2 pemberi pekerjaan, dan dgn demikian meningkatkan kemungkinan lapangan kerja. Pengikut macam ini juga akan luntur ke-Islamannya begitu ia keluar dari Mesir ke sebuah negara demokratis.
Ini berlaku pada mayoritas Muslim diseluruh dunia. Tapi media massa tidak pernah memberitakan ttg mereka ini. Mereka hanya interes pada massa Muslim histeris yg berteriak2 menuntut darah kafir di kota2 Teheran atau Khartum.
Cult lain sudah jauh lebih maju dari Islam dan benar2 sedang mengambil alih dunia. Sistim agama ini semakin bangkit dan memang akan menguasai dunia dan Gereja Katolik Roma akan berada di pucuk pimpinannya. Vatican II sudah memaparkan strategi yg jauh lebih mengakar dari rencana Islam manapun utk menguasai dunia dan John Paul II (alm) bahkan membuat setiap kompromi yg dibutuhkan agar mencapai titik dimana yg sakral bercampur dgn yg sekuler. Ini bahkan sampai mencakup permintaan maaf atas kesalahan Gereja dlm Nazi Holocaust dan kesalah dlm pembantaian selama masa ‘Inquisition.’
Nah, negara mana yg menginginkan hubungan diplomatik dgn Mekah ? NOL ! Tapi banyak negara antre utk mencium tangan Paus, bahkan raja2 dan presiden.
Bahkan Israel. (Sampai Paus Benedict XVI harus membatasi pertemuan dgn para kepala negara saja, karena begitu banyak yg antre.)
Di TV, kita berulang2 mendengarkan pujian bagi Paus dari tokoh2 protestan spt Billy Graham, Jack Van Impe, Bill Bright, Chuck Colson, TBN dan 700 Club. Tidak ada satupun dari mereka yg terburu2 ke Mekah. Belum ada satupun Mullah Islam yg dijadikan favoritnya Paul Crouch di TBN.
Kelompok karismatik kini sudah bergabung dgn senang hati dgn Roma, Roma yg sama yg menyerang misionaris mereka di Mexico dan Afrika di thn 1950. Kita juga menyaksikan Eropa bersatu dgn PBB dan EU dan siapa yg dielu2kan Sekjen PBB ?
Jawab : Eropa dan superpower AS. Ia tidak peduli sedikitpun pada Sheik2 Arabia.
ASAL MULA DAN PERTUMBUHAN ISLAM VS. GEREJA
Abad ke 7AD, Islam dimulai di Medinah dan Mekah oleh yg namanya Mohamad; ia membentuknya dgn cara membunuh mereka yg tidak se-iya sekata dgnnya. Dan 800 tahun kemudian Islam menyebar melewati Arabia, ke Timur Tengah, Afrika Utara, Asia tengah dan bagian2 Eropa. Dgn cara apa ? Dgn penjajahan militer berdarah - dgn pedang (karena mereka belum punya AK47 saat itu) memaksakan bangsa2 yg dijajahnya agar tunduk pada Islam atau mati. Karena itu kata "Muslim" juga berarti "orang yg tunduk".
Januari 2002, tiga orang Kristen Ethiopia dideportasi karena agama mereka; tapi sebelumnya mereka di siksa dan dibrutalisasi terlebih dahulu semacam di Abu Ghraib. Bahkan setelah mereka dibawa rumah sakit karena luka2 mereka, staf medis disana MENAMPAR mereka, mengusir mereka dan menyuruh mereka utk "kembali hanya kalau kau sudah mati."
Sbg perbedaan, pada abad 1AD, gereja dibentuk di Yerusalem oleh Yesus. Caranya ? Ia mengorbankan dirinya bagi umat manusia, demikian pengakuan Kristen. Pada permulaannya, hanya ada 120 pengikut disebuah kamar atas : dan hebatnya dalam jam pertama hari kemudian, jumlah pengikut bertambah 2.500% ! Mulai saat itu, gereja mulai tumbuh selama 40 tahuin diseluruh dunia. Bagaimana ? Oleh orang2 biasa dari semua tingkat masyarakat yg ditransformasi dari dalam hati mereka dan mereka ini mulai membagi pengalaman mereka dgn orang2 sekitarnya. Satu2nya darah yg tumpah dlm pembentukan dan penyebaran gereja Kristen adalah darah Pendirinya, yg ditumpahkan secara suka rela.
Para pengritik gereja tentunya melulu akan mengulang2 masalah Crusades, the Spanish Inquisition, Irlandia Utara, Conquistadores blablabla … ; tetapi itu semua kelakuan gereja yg korup di abad pertengahan dan tidak ada hubungannya dgn Krsiten dan pembentukan gerejanya di abad pertama.
Sementara Islam tidak memiliki kekuatan kohesif. Mekah tidak memiliki dan tidak akan pernah memiliki seorang kepala yg memimpin Dar ul-Islam. Tidak sulit melihat bgm Muslim saling baku hantam dgn sesama. Nah, bgm Darul yg begitu terpecah2 bisa memimpin dunia Islam, apalagi dunia ?
Faktanya adalah, diamanapun ada Islam dan Muslim, disitu hidup penuh dgn sengsara. ...
Buta aksara juga sebuah aspek Islam yg tidak akan pernah berubah. Ini memastikan bahwa Islam TIDAK akan menjadi perhatian orang2 maju. Mungkin memang menarik bagi para tahanan penjara, kriminal, parasit tunjangan social, dan orang yg bingung atau termarginalisasi di Barat. Tetapi bagi kebanyakan orang di Barat, Islam adalah langkah mundur dan mundur jauhhhh.
Islam, semakin jauh dari Mekah, semakin meninggalkan Shariah dan serangan oleh para Mullah yg suka sodomi terhdp jiwa manusia semakin berkurang karena utk pertama kalinya dlm sejarah, Islam mulai dijinakkan. Juga, Muslim di Barat menggunakan kebebasan mereka utk mencipta dan berkreasi. Kreativitas memang dianggap sbg godaan dan ajaran setan oleh episenter Islam.
SO, Islam agama tercepat perkembangannya ? Ah, itu perasaanmu saja !
2.Kebohongan Quran yang paling menyolok dan yang banyak dipercayai umat Islam adalah tentang "MENGEJAR ILMU PENGETAHUAN SAMPAI KENEGERI CINA".
Mana mungkin dalam AlQuran Muhammad yang hidupnya antara 570 - 632 itu tahu ada kerajaan Cina waktu itu? Kenyataannya bahwa kerajaan Cina belum ada dizaman hidupnya nabi Muhammad, wilayah Cina justru terdiri banyak kerajaan2 kecil seperti Cou, Tang, Khitan, Uighur dsb. Tak satupun kerajaan yang bisa direpresentasikan sebagai kerajaan Cina.
Jadi mana mungkin Muhammad bisa menganjurkan umatnya untuk belajar ke negeri Cina yang belum pernah ada waktu itu??????
Andaikan anda mau berpikir hal yang tak masuk akal ini menjadi
kepercayaan anda, tentunya akan konflik dengan ajaran Islam sendiri.
Apa yang mau dipelajari dari negeri Cina diwaktu itu???? Belajar agama
Budha pun bukan tempat yang Istimewa karena juga ada di India. Kalau
dizaman dulu anda pergi ke negara lain tak mungkin belajar bikin mobil
melainkan hanya sekolah2 agama yang ada. Sedangkan di Cina agama yang populer waktu itu adalah agama Konfusius, Tao, dan lainnya yang banyak macamnya yang jelas2 dilarang oleh ajaran agama Islam. Jadi ilmu apa yang ingin dikejar kenegeri Cina itu?? bikin sutera pun bukanlah kerajaan Cina yang menjadi motivatornya ataupun produsennya, semua itu adalah inovasi masyarakatnya saja yang kebetulan berlokasi di Cina dan semua itu merupakan rahasia keluarga dalam cara2 pembuatannya bukan rahasia kerajaan.
Atau ilmu "Kungfu" yang mau dikejar umat Islam sesuai anjuran Al Quran? itupun tidak mungkin, karena Kungfu sekalipun di Cina itu bukan milik kerajaan tapi merupakan rahasia keluarga2 kecil bahkan
organisasi yang mengajarkan Kungfu secara masal pun diharuskan menjadi murid agama kepercayaan mereka seperti "Kungfu Siao Lim Shi" yang merupakan bagian dari ibadah agama Budha, yang tentunya tidak mungkin ini yang dimaksud dalam Al Quran, karena Islam sendiri menentang ajaran Budha yang menyembah patung2 Budha, bahkan umat Islam diwajibkan untuk menghancurkan semua bentuk patung2an termasuk patung2 Budha, dan itulah yang dikerjakan umat Islam di Afghanistan sebagai ibadah agamanya.
Kesimpulannya, tak ada satupun dari ajaran Islam sesungguhnya yang bisa membuktikan bahwa ajaran tersebut memang ajaran Muhammad, termasuk Poligami, rajam dll-nya yang memang sudah ada sejak jauh sebelum Muhammad sendiri dilahirkan. Bahkan Musa, dan Ibrahim yang disebut di Al Quran sebagai muslim ternyata juga bukan beragama Islam tapi dijelaskan sebagai agama yang berserah diri kepada Tuhan yang dalam hal ini dimaksudkan Tuhannya bangsa Yahudi bukan Allahnya Islam. Tentu saja kalau beberapaf umat Islam mau membantahnya bukanlah kealamatnya pak Ogah tapi kepada agama Yahudi, Kristen dll yang dari Timur Tengah itu.
Sudah selayaknya karena Musa dan Ibrahim itu bukan orang Arab tentu tak pada tempatnya untuk kita gunakan referensi Arab sebagai yang paling benar mengenai agama kepercayaan Musa & Ibrahim ini. Yang pasti baik Musa maupun Ibrahim tak mungkin beragama Islam yang diturunkan melalui Muhammad jauh sebelum Muhammad sendiri dilahirkan, karena yang disebut agama Islam adalah agama yang diturunkan Tuhan kepada Muhammad melalui wahyu2nya oleh malaikan Jibril.
Dari kenyataan2 ini, jelas Agama / Ajaran islam memang melalui proses
panjang dalam menuliskan/ menciptakan kitab suci AlQurannya. Terbukti
kerajaan Cina baru muncul maupun dikenal dunia dizaman Jenghiz Khan
sekitar 1200 an. Jelasnya, AlQuran itu dikenal umatnya pada tahun2
diatas 1200 an dan berarti bukan ajaran Nabi Muhammad.
Semoga anda bisa belajar dari kejadian ini!
3.CONTOH MEMBOHONG ALA ISLAM
http://www.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=20623
Menurut 'sebuah organisasi bagi wanita Muslim' : 30.000 wanita di Swiss masuk Islam.
Sementara menurut statistik negara itu:
Jumlah Muslim Swiss adalah 310,807, 4.3% dari total penduduk.
Dari 310.807 Muslim di Swiss hanya 36.481 memiliki paspor Swiss atau masuk Islam. Tapi setengah dari 36,481 itu adalah imigran Muslim yg telah melalui proses naturalisasi.
Jad: 1/2 dari 36,000 Muslim, yi 18.000 adalah pemeluk Muslim Swiss bule. Kalau 18.000 dibagi antara lelaki dan perempuan, maka hanya 9.000 wanita Swiss yang masuk islam. BUKAN 30.000.
Pemeluk Muslim Swiss bule ini mewakili hanya 0.25% dari penduduk.
Setiap negara memiliki idiot2 mereka.
Jadi, jangan kaget oleh angka2 yg dipersembahkan Muslim. Ini adalah cara mereka ber-Taqqiya (berbohong utk Islam yang nota bene sah dalam Islam).
Mau tahu lagi ttg TAQQIYA ?
Baca: http://www.indonesia.faithfreedom.org/f ... .php?t=963
4.MENANGKIS KEBOHONGAN ISLAM : NAPOLEON MASUK ISLAM !
http://chnm.gmu.edu/revolution/d/612/
Bonaparte dan Islam
Sekretaris Bonaparte ingin menampik kritikan orang Barat dengan menggambarkan praktek, sikap dan pandangan Bonaparte terhadap Islam. Memang sang jenderal ingin menarik simpati Muslim tapi ini adalah caranya menjamin kelancaran pemerintahannya.
Para pengritiknya menuduh bahwa Bonaparte, saat di Mesir, mengambil bagian dalam upacara2 keagamaan Muslim. Tetapi kata sekretarisnya ini,
orang Turki mengundangnya sebagai penonton; dan kehadiran "boss" baru disukai rakyat. Ia tidak pernah belajar Islam ataupun melakukan sholat, seperti dikatakan para pengritiknya dan ia juga tidak pernah mempromosikan poligami atau doktrin2 Quran lainnya.
Bonaparte lebih sibuk dgn urusan negara ketimbang membahas teologi Islam. Upacara2 tsb yang memang mewajibkannya hadir, hanyalah untuk memenuhi rasa ingin tahunya. Tapi ia belum pernah memasuki mesjid dan hanya pada satu kesempatan saja mengenakan pakaian tradisi Muslim pada saat ia memenuhi undangan muslim untuk menghadiri festival turban hijau.
Tolerasinya terhadap agama lain adalah karena filosofinya. Bonaparte oleh karena itu menunjukkan rasa hormat kepada agama negara jajahannya itu; dan ia merasa lebih penting (namanya juga politisi) untuk lebih berpenampilan sebagai Muslim ketimbang Katolik. Seorang penjajah bijaksana melindungi kemenangannya dengan menghormati dan bahkan menyanjung agama negara yang dijajah. Prinsip Bonaparte adalah, seperti seringkali dikatakannya kepada saya (sang sekretaris) : agama cuma ciptaan manusia, namun kita tetap harus menghormati mereka sebagai alat pelancaran pemerintahan.
Namun, saya akan mengatakan bahwa ia TIDAK PERNAH mengganti agamanya sebagai bayaran atas jajahannya itu. Apa yang dikatakannya tentang Muhamad, Islam dan Quran kepada tokoh2 Mesir, paling utnuk membuat geli diri sendiri. Ia juga geli melihat bahwa semua pernyataannya ttg Islam disadurkan kedalam sajak2 Arab dan diulangi2 dari mulut ke mulut. Bagi dia ini cara paling jitu tentu untuk menarik simpati rakyat.
Saya akui bahwa Bonaparte sering ngobrol2 dgn imam tentang kemungkinan masuk Islam, tetapi ini hanya sekedar basa basi. Para imam tentu akan senang sekali untuk meng-Islamkan kami. Namun obrolan ini dianggapnya hiburan dan tidak sedikitpun membawa hasil2 serius.
Jika Bonaparte berbicara sebagai Muslim, ini hanya menunjukkan karakternya sebagai kepala militer dan politik sebuah negara Islam. Ini adalah penting bagi sukses dan keamanan tentaranya dan akhirnya,
kebesaran namanya. Disetiap negara yang didatanginya, ia menulis proklamasi dan menyampaikan pidato dgn prinsip2 yang sama. Di India utuk Ali, di Tibet untuk Dalai-lama dan di Cina utk Confucius.
Sumber: Memoirs of Napoleon Bonaparte by Louis Antoine Fauvelet de Bourrienne edited by R.W. Phipps. Vol. 1 (New York: Charles Scribner's Sons, 1889) p. 168-169.
sumber






0 comments:
Post a Comment